DAVANA 8



Kertas yang belum terisi penuh dengan jawaban sudah terlebih dahulu berpindah tangan secara paksa. Tak peduli dengan sang pemilik kertas yang berusaha mempertahankan nya.
“Pak!! Astaga sabar dikit dong Pak!” Vana bukan bermaksud tak sopan dengan Dosen di hadapannya ini.
“ Cepat Vana! Kamu ngapain dari tadi bukannya ngisi soal malah tidur!”
“Yaelah Pak, bentar lagi masih ada 3 menit waktunya”
“ Ayo, kalau tidak saya tinggal jawaban kamu dan nilai kamu E”
“Ish iya iya ini saya kumpulkan, silahkan nilai dengan sungguh sungguh Bapak” ucap Vana dengan Senyum manis dipaksakan. Pak Bo hanya mendengus mendengar mahasiswi nya ini.
Akhirnya kertas sudah raib sepenuhnya ke tangan Pak Bo. Hari ini mereka telah usai mengerjakan UTS, hari ini hari terakhir jadi Vana dan sahabatnya berencana untuk mendatangi salah satu bazar makanan yang mereka lihat kemarin siang, tak jauh dari pusat perbelanjaan.
“Gimana hari ini jadi kan?” tanya Stephany
“ Jadi dong, sekarang aja yuk! Kalo nanti pasti macet”
“Oke yuk!”
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di bazar. Mereka langsung melihat lihat sekitar dan mencoba makanan yang berderet yang sangat menggugah selera. Jangan salah mereka bukan cewek yang harus makan ditempat mahal dan semacamnya, prinsip mereka kalo bisa bikin kenyang kenapa enggak.
“eh kesana yuk ada yang rame rame tuh” ajak Renata
“Happy birthday sayang, maaf tadi itu Cuma bercanda” ucap si cowok
“Ihh kamu jahat banget. Sumpah ya tega banget” si cewek sudah berkaca kaca.
Lalu si cowok mendekap kekasihnya dengan erat sambil mengelus kepala nya dengan lembut sesekai mengecup pucuk kepala si cewek.
“ ahh so sweet bangett” salah satu penonton melihat mereka dengan envy.
Melihat itu Vana tiba tiba teringat akan sesuatu hal. Dengan cepat Vana membuka handphonenya melihat pada kalender. Yup, sekarang 20 Mei, dan itu artinya sebentar lagi tanggal 3 Juni artinya dua minggu lagi ayahnya ulang tahun. Sepertinya Vana akan berencana memberi kejutan pada Ayahnya nantilah Vana meminta sahabatnya ini untuk menyiapkan.
“Guys makan yuk, gue laper nih” ajak Vana
“Ya udah yuk,”
“Nasi goreng yuk”
“Oke”
Mereka selesai makan dan berlanjut hingga sore dan memutuskan untuk pulang.
***
Hari ini sudah diberitahukan bahwa kelas Vana akan kosong, karena dosen mereka sedang rapat dengan bagian BEM dan jajarannya untuk membahas DIES NATALIS kampus mereka tercinta. Namun sepertinya Vana dan sahabatnya tetap akan masuk karena paksaan Vana, Vana ingin sekedar ke kampus hanya untuk bertemu mengganggu Dava saja, lagi pula dirumahnya sedang tidak ada orang jadi daripada sepi lebih baik melihat cowok itu walaupun sekedar melihatnya bermain basket dengan temannya.
“Van ngapain sih kita, kan ga ada kelas ntar”
“ udah ikut aja napa, ada yang pengen gue kasih tau, gue minta bantuan lo pada ntar”
“ apaan?”
“Udah, jangan banyak tanya dulu, nyari Dava bentar yuk”
“heuhhh okedeh, lagian gue juga gada temen dirumah” mereka senasib.
Ternyata Dava dan sahabatnya masih ada kelas, sepertinya dosen mereka tidak meliburkan pertemuan kali ini, jadi mereka tetap masuk terlihat beberapa diantara mereka keluar kelas dengan wajah lesu.
Dava dkk memasuki kantin dan menemukan Vana serta kedua temannya. Doni yang melihatnya terlebih dahulu langsung menyapa mereka.
“Oit, kalian ngapain ke kampus kan gak ada kelas?”
“darimana lo tau kelas gue gak ada kelas?” tanya Vana. Stephany menunduk malu saat Doni menatapnya. Mengerti arah pandangan Doni Vana hanya mengangguk nganggukan kepala, tanda mengerti.
“ ohh tau gue, ya gapapa dong kan gue mau liat masdep gue wlekk!!” ucap vana
“ dih” ucap Doni. Mereka langsung bergabung dengan vana dkk, entah ada angin apa yang pasti Dava pun tetap nurut saja saat mereka bergabung.
“Gue denger denger nanti ada lomba lomba gitu buat mahasiswa” Choki berbicara saat mereka sudah hampir menghabiskan makanan yang masih setengah di depan mereka masing masing.
“Lah kek anak kecil aja sih pake lomba segala” ucap Renata yang sepertinya tidak menyukai hal hal seperti anak kecil menurutnya.
“ Ya gapapa dong itung itung buat nostalgia jaman dulu”
“Yoi, kebanyakan tugas bikin kita lupa kalo kita juga anak yang perlu hiburan, gak anak kecil doang kali yang pengen refreshing, mayan buat seru seruan”
“ iya juga sih, semenjak kuliah, gua udah jarang tuh main mainnan yang dulu kita mainin pas anak kecil, wihh jadi kangen anak kecil” ucap Toba
“ lah?” temenya pada cengo
“ eh maksudnya kangen jadi kecil gitu, pas gue kecil suka ikut kakek ke kebun sawit sih, mereka ramah banget orangnya beda sama orang jaman sekarang kadang kita berniat baik buat menyapa eh malah di anggap sepele sapaan itu, padahalkan sesuatu dimulai dari hal terkecil dan diri sendiri”
“ Lo kesambet apaan Tob?” tumben tumben sekali Toba menjadi bijak dan benar kali ini. Sedangkan yang ditanya hanya cengegesan tidak jelas.
“ kampret ya lo pada gue udah jadi baek bukannya didukung malah gitu” kesal Toba
‘ Ya lagian gak biasanya HAHAha’ tawa Choki.  Dan mereka yang ada dimeja tersebut.
BYURR..
kuah panas bakso telah membasahi sedikit bagian kaki Vana.
Renata yang melihat hal itu seketika emosi dan mendorong orang yang tidak sengaja menumpahkan kuah itu. Salsha.
“Lo emang bener bener ya, udah di kasih tau juga masih aja cari gara gara sama kita. CUPU TAU GA LO!” teriak Renata. Stephany dan teman Dava sudah membantu membawa Vana ke UKS.
“Gue gak sengaja tadi” ucap Salsha dengan Mega dan kawannya.
“Lagian enek gua liat muka lo, udah sukur si Vana baek hati gak bales lo ya soal kemarin”
Renata dan Stephany tau soal kemarin pas Vana tidak sengaja tertumpah jus oleh salah satu mahasiswi dikantin, dan itu ternyata Salsha dibaliknya.
“Lo keterlaluan Sha” ucap Dava
“Dav, gue bener bener ga sengaja” ucap Salsha.
“ Terserah” Dava pergi dan akhirnya mereka menyusul yang lain untuk melihat Vana.
‘Gimana Van, masih sakit?” tanya Renata yang datang dengan Dava di belakangnya.
“ Udah ga seperih tadi sih, tenang aja”
“ ya udah, gue beliin es batu bentar yak buat ngompres” Renata pergi keluar dan Reygan menyusul berniat untuk menemani.
“ Gak usah gue bisa sendiri” kata Renata. Tapi sepertinya Reygan sosok yang keras kepala sehingga Renata membiarkan saja,
Tak butuh waktu lama ,mereka sudah sampai dan membawa baskom dan esbatu serta kain untuk mengompres hasil pinjaman dari ibu kantin. Setelah selasai mereka kembali kekelas sedangkan Renata dan stephany berdiam di UKS.
‘ guys gue butuh bantuan kalian nih’
‘ bantuan apa? “
“bentar lagi kan Papa ulang tahun, bantuan gue yak buat mempersiap kan surprisenya hehe”
“ wehh om Steve kapan ulang tahun?”  tanya Renata
” Dua minggu lagi Ren”
“ Oke tenang aja kita pasti bantu kok”

emang lagi semangat nulis jadi postnya cepet wkwk. Part Tergaje keknya😂.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer