DAVANA 8
PREVIOUS PART : https://bulubabi1.blogspot.com/2020/05/davana-7.html
Kertas
yang belum terisi penuh dengan jawaban sudah terlebih dahulu berpindah tangan
secara paksa. Tak peduli dengan sang pemilik kertas yang berusaha
mempertahankan nya.
“Pak!!
Astaga sabar dikit dong Pak!” Vana bukan bermaksud tak sopan dengan Dosen di
hadapannya ini.
“
Cepat Vana! Kamu ngapain dari tadi bukannya ngisi soal malah tidur!”
“Yaelah
Pak, bentar lagi masih ada 3 menit waktunya”
“
Ayo, kalau tidak saya tinggal jawaban kamu dan nilai kamu E”
“Ish
iya iya ini saya kumpulkan, silahkan nilai dengan sungguh sungguh Bapak” ucap
Vana dengan Senyum manis dipaksakan. Pak Bo hanya mendengus mendengar mahasiswi
nya ini.
Akhirnya
kertas sudah raib sepenuhnya ke tangan Pak Bo. Hari ini mereka telah usai
mengerjakan UTS, hari ini hari terakhir jadi Vana dan sahabatnya berencana
untuk mendatangi salah satu bazar makanan yang mereka lihat kemarin siang, tak
jauh dari pusat perbelanjaan.
“Gimana
hari ini jadi kan?” tanya Stephany
“
Jadi dong, sekarang aja yuk! Kalo nanti pasti macet”
“Oke
yuk!”
Tak
butuh waktu lama mereka sudah sampai di bazar. Mereka langsung melihat lihat
sekitar dan mencoba makanan yang berderet yang sangat menggugah selera. Jangan
salah mereka bukan cewek yang harus makan ditempat mahal dan semacamnya,
prinsip mereka kalo bisa bikin kenyang kenapa enggak.
“eh
kesana yuk ada yang rame rame tuh” ajak Renata
“Happy
birthday sayang, maaf tadi itu Cuma bercanda” ucap si cowok
“Ihh
kamu jahat banget. Sumpah ya tega banget” si cewek sudah berkaca kaca.
Lalu
si cowok mendekap kekasihnya dengan erat sambil mengelus kepala nya dengan
lembut sesekai mengecup pucuk kepala si cewek.
“
ahh so sweet bangett” salah satu penonton melihat mereka dengan envy.
Melihat
itu Vana tiba tiba teringat akan sesuatu hal. Dengan cepat Vana membuka
handphonenya melihat pada kalender. Yup, sekarang 20 Mei, dan itu artinya
sebentar lagi tanggal 3 Juni artinya dua minggu lagi ayahnya ulang tahun.
Sepertinya Vana akan berencana memberi kejutan pada Ayahnya nantilah Vana
meminta sahabatnya ini untuk menyiapkan.
“Guys
makan yuk, gue laper nih” ajak Vana
“Ya
udah yuk,”
“Nasi
goreng yuk”
“Oke”
Mereka
selesai makan dan berlanjut hingga sore dan memutuskan untuk pulang.
***
Hari
ini sudah diberitahukan bahwa kelas Vana akan kosong, karena dosen mereka
sedang rapat dengan bagian BEM dan jajarannya untuk membahas DIES NATALIS
kampus mereka tercinta. Namun sepertinya Vana dan sahabatnya tetap akan masuk
karena paksaan Vana, Vana ingin sekedar ke kampus hanya untuk bertemu
mengganggu Dava saja, lagi pula dirumahnya sedang tidak ada orang jadi daripada
sepi lebih baik melihat cowok itu walaupun sekedar melihatnya bermain basket
dengan temannya.
“Van
ngapain sih kita, kan ga ada kelas ntar”
“
udah ikut aja napa, ada yang pengen gue kasih tau, gue minta bantuan lo pada
ntar”
“
apaan?”
“Udah,
jangan banyak tanya dulu, nyari Dava bentar yuk”
“heuhhh
okedeh, lagian gue juga gada temen dirumah” mereka senasib.
Ternyata
Dava dan sahabatnya masih ada kelas, sepertinya dosen mereka tidak meliburkan
pertemuan kali ini, jadi mereka tetap masuk terlihat beberapa diantara mereka
keluar kelas dengan wajah lesu.
Dava
dkk memasuki kantin dan menemukan Vana serta kedua temannya. Doni yang
melihatnya terlebih dahulu langsung menyapa mereka.
“Oit,
kalian ngapain ke kampus kan gak ada kelas?”
“darimana
lo tau kelas gue gak ada kelas?” tanya Vana. Stephany menunduk malu saat Doni
menatapnya. Mengerti arah pandangan Doni Vana hanya mengangguk nganggukan
kepala, tanda mengerti.
“
ohh tau gue, ya gapapa dong kan gue mau liat masdep gue wlekk!!” ucap vana
“
dih” ucap Doni. Mereka langsung bergabung dengan vana dkk, entah ada angin apa
yang pasti Dava pun tetap nurut saja saat mereka bergabung.
“Gue
denger denger nanti ada lomba lomba gitu buat mahasiswa” Choki berbicara saat
mereka sudah hampir menghabiskan makanan yang masih setengah di depan mereka
masing masing.
“Lah
kek anak kecil aja sih pake lomba segala” ucap Renata yang sepertinya tidak
menyukai hal hal seperti anak kecil menurutnya.
“
Ya gapapa dong itung itung buat nostalgia jaman dulu”
“Yoi,
kebanyakan tugas bikin kita lupa kalo kita juga anak yang perlu hiburan, gak
anak kecil doang kali yang pengen refreshing, mayan buat seru seruan”
“
iya juga sih, semenjak kuliah, gua udah jarang tuh main mainnan yang dulu kita
mainin pas anak kecil, wihh jadi kangen anak kecil” ucap Toba
“
lah?” temenya pada cengo
“
eh maksudnya kangen jadi kecil gitu, pas gue kecil suka ikut kakek ke kebun
sawit sih, mereka ramah banget orangnya beda sama orang jaman sekarang kadang
kita berniat baik buat menyapa eh malah di anggap sepele sapaan itu, padahalkan
sesuatu dimulai dari hal terkecil dan diri sendiri”
“
Lo kesambet apaan Tob?” tumben tumben sekali Toba menjadi bijak dan benar kali
ini. Sedangkan yang ditanya hanya cengegesan tidak jelas.
“
kampret ya lo pada gue udah jadi baek bukannya didukung malah gitu” kesal Toba
‘
Ya lagian gak biasanya HAHAha’ tawa Choki.
Dan mereka yang ada dimeja tersebut.
BYURR..
kuah
panas bakso telah membasahi sedikit bagian kaki Vana.
Renata
yang melihat hal itu seketika emosi dan mendorong orang yang tidak sengaja
menumpahkan kuah itu. Salsha.
“Lo
emang bener bener ya, udah di kasih tau juga masih aja cari gara gara sama
kita. CUPU TAU GA LO!” teriak Renata. Stephany dan teman Dava sudah membantu
membawa Vana ke UKS.
“Gue
gak sengaja tadi” ucap Salsha dengan Mega dan kawannya.
“Lagian
enek gua liat muka lo, udah sukur si Vana baek hati gak bales lo ya soal
kemarin”
Renata
dan Stephany tau soal kemarin pas Vana tidak sengaja tertumpah jus oleh salah
satu mahasiswi dikantin, dan itu ternyata Salsha dibaliknya.
“Lo
keterlaluan Sha” ucap Dava
“Dav,
gue bener bener ga sengaja” ucap Salsha.
“
Terserah” Dava pergi dan akhirnya mereka menyusul yang lain untuk melihat Vana.
‘Gimana
Van, masih sakit?” tanya Renata yang datang dengan Dava di belakangnya.
“
Udah ga seperih tadi sih, tenang aja”
“
ya udah, gue beliin es batu bentar yak buat ngompres” Renata pergi keluar dan
Reygan menyusul berniat untuk menemani.
“
Gak usah gue bisa sendiri” kata Renata. Tapi sepertinya Reygan sosok yang keras
kepala sehingga Renata membiarkan saja,
Tak
butuh waktu lama ,mereka sudah sampai dan membawa baskom dan esbatu serta kain
untuk mengompres hasil pinjaman dari ibu kantin. Setelah selasai mereka kembali
kekelas sedangkan Renata dan stephany berdiam di UKS.
‘
guys gue butuh bantuan kalian nih’
‘
bantuan apa? “
“bentar
lagi kan Papa ulang tahun, bantuan gue yak buat mempersiap kan surprisenya
hehe”
“
wehh om Steve kapan ulang tahun?” tanya
Renata
”
Dua minggu lagi Ren”
“
Oke tenang aja kita pasti bantu kok”
emang lagi semangat nulis jadi postnya cepet wkwk. Part Tergaje keknya😂.

W pen bakso lagi dah wkwk
BalasHapuskebetulan gue abis makan bakso tadi wkw
Hapus