Davana 7



Hari senin,Vana siap pergi ke kampus karena ada kelas pagi. Entah ada angin apa yang pasti Vana sepertinya berada dalam mood yang baik, karena sedari tadi senyum nya tak pudar dari wajah cantiknya. 
Setelah dirasa sudah puas dengan penampilannya Vana mengambil tas kuliahnya di meja belajar dan HP nya yang di Charger di meja. 
"Pagi Pa, Ma" Sapa Vana pada kedua orang tuanya. 
" Pagi sayang, ada kuliah pagi?" Tanya Steve
" Iya Pa, abis ini mau jemput Renata dan Stephany" Jawab Vana. 
"Ya sudah sarapan dulu ya" Mila sambil mengambilkan makanan untuk suami dan dan anaknya. 

Orang tua Vana memang sudah mengenal Renata dan Stephany, mereka juga mengenal orang tua dari sahabat putrinya ini, karena ada relasi bisnis juga. 

"Vana berangkat ya Ma, Pa" 
"Hati hati jangan ngebut ya kamu" ucap Steve, 
"Gak janji Pa" Teriak Vana yang sudah mendekati pintu depan. 

Vana mengendarai mobilnya dengan santai dan tenang, setenang suasana hatinya pagi ini. 
Tak butuh waktu lama sekarang Vana sudah sampai du rumah Stephany. Vana menyalakan klaskson mobil nya hingga Sthepany akhirnya sudah terlihat dari luar gerbang rumahnya. 

"Pagi Van, keknya lagi seneng nih bau baunya" sapa Stephany. 
"Pagi  Kemoceng" jawab Vana sekaligus meledek Stephany. 
"Anjir sialan lo" 
"HAHAHA"  

Kemoceng, merupakan panggilan temen temen Dava ke Stephany dikarenakan Stephany yang sering mengecat warna rambut dengan warna yang bikin sakit mata mereka. 
" Udah yok, keburu telat harus jemput si genjer" 
"Oke" 

Genjer adalah Panggilan untuk Renata karena dulu Renata adalah orang yang lembek, lemah. Hingga suatu hal yang membuat dia saat SMP berubah untuk menjadi Renata yang kuat dengan berlatih bela diri hingga saat ini Renata malah seperti cewek tomboy. Padahal mereka berdua yakin Renata tidak sekuat yang terlihat. 

Sekarang lengkap sudah mereka, hingga akhirnya mereka tiba di Kampus. 
"Hari ini kita berapa makul?" tanya Renata. 
"Dih tumben tumbenan lo nanya gitu. Biasanya juga masuk tidur abis itu kantin" Jawab Stephany. 
"Yee kampret banget gue sleding juga lu Step" 
" Heh Genjer, jangan Manggil gue Step, berasa penyakitan step aja gue" Kesal Stephany. 
"Haha bodo amat Step step" 
"Step bokap gue woy" Kesal Vana. 
"Lah si begoπŸ˜‚. itu Steve, bukan Steve" teriak Renata. 
HAHAHA. akhirnya mereka memasuki kelas dengan melewati beberapa koridor dengan mulut kedua sahabatnya yang gak berhenti debatin hal sepele. Begitu memang Vana tak ambil pusing dengan hal itu toh sudah biasa seperti itu. 

" Woy brisik elah" teriak seorang cowok berjalan di belakang mereka dengan beberapa teman cowoknya yang lain. 
Seketika hal itu membuat Vana dkk menolehkan kepala mereka ke belakang untuk melihat siapa yang teriak tadi. 
"Apa lo. Masalah buat lo" Teriak Stephany. 
"Dasar kemoceng rombeng" teriak Doni. 

Iya mereka adalah Dava dan temannya. Disana terlihat Dava, Choki, Doni, Reygan, Toba. Sepertinya mereka juga ada kelas sebentar lagi, terlihat teman kelas mereka banyak yang sudah datang. 

Vana yang melihat Dava hanya diam sambil menatap cowok itu. Tiba tiba teringat pesan Kakek nya kemarin bahwa dia harus membuktikan kalo dirinya bisa lebih baik dari Salsha Kampret itu. 

"Ayok ke kelas udah mau mulai" Ajak Vana ke dua sahabatnya. 
"Ayok dah"

"Tumben si Vana ga kayak cacing kepanasan pas liat lo Dav" tanya Choki. 
"Ke kelas cepet, udah mau mulai" Ajak Dava sudah berjalan dulu didepan meninggalkan sahabatnya. Memulai mata kuliah hari ini seperti biasanya. 

Vana memasuki rumah nya namun nampaknya tidak ada tanda tanda kehidupan Vana langsung ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri dan berganti baju sebuah pesan masuk dihandphone nya. 

Mama 

Van, mama tadi udah masak kamu kalau makan tinggal angetin aja ya. Papa sama Mama masih meeting penting dadakan. Love you. 

Iya,Ma. πŸ’™ 

Setelah membalas pesan mamanya Vana turun ke bawah dan makan karena perutnya sudah minta di isi. 

*** 
Suara musik yang memekakkan telinga membuat siapa saja orang yang waras pasti akan menjauh tapi tidak dengan gadis ini. sepertinya hal itu tidak dihiraukan malah membuatnya semakin menuangkan minuman ke gelasnya. 

 Disalah satu meja bar, Gadis cantik dengan dress warna maroon sangat kontras dengan kulit putih pucatnya membuat dia menjadi pusat perhatian sebagian orang yang melihat. tak ambil pusing dengan hal itu gadis tersebut malah terus meminum minumannya yang sudah gelas ke berapa.

Hingga ada orang yang tidak sengaja menyenggol lengannya membuat emosinya seketika tersulut. 

"Ban***t" umpatnya. 
"Jalan pake mata" bentaknya pada gadis yang tengah menari bersama dengan pasangannya. 
"Santai aja kali, lagian lo mau bangkit juga gak liat - liat" sentak cewek tersebut. 
Cowok yang disamping gadis itu hanya diam memandangi Renata. 
Gadis dengan dress maroon itu adalah Renata. Datang seorang diri disini adalah bukan hal baik untuk gadis ini. 

Tak memperdulikan pasangan tadi Renata langsung keluar dan memasuki mobil mobil nya dengan sempoyongan. Namun siapa sangka cowok tadi malah mengikuti Renata tanpa diketahui cewek itu. 

** 
"Shill hari ini ga jadi dulu ya, aku mau kumpul sama anak anak mendadak" pamit Reygan . 
" Yah sayang kok gitu sih" rajuk cewek itu dengan manja yang justru terdengar menjijikan.  
"sorry ya. ya udah aku pergi dulu" 
"oke bye.. aku udh ditunggu sama temen temen soalnya" 
*** 

Reygan terus mengawasi Renata saat cewek itu hampir terjatuh saat membuka pintu mobil. Reygan ingin membantu namun sepertinya tidak jadi. Karena Renata sudah menjalankan mobilnya. Tak membiarkan Renata pulang sendiri. Dia akhirnya mengikuti mobil cewek itu memastikan bahwa gadis tersebut pulang dengan selamat. 

Setelah memastikan Renata sudah sampai rumah Reygan menelpon Chiko mengatakan bahwa dia akan menginap di rumah cowok itu malam ini. 

"Lo bisa liat jam ga sih nyet jam segini nelpon baru bilang mau nginep. untung ga ada orang dirumah ya" kesal Choki saat membukakan pintu Reygan. 
"Berisik" lalu Reygan nyelonong masuk dan langsung menjatuhkan di kasur empuk milik Choki. Rsanya kepalanya pusing saat ini bahkan sekedar untuk bangkit membersihkan diri di kamar mandi. 

"Kenapa lo? ada masalah?"
"Gak" Choki tau bahwa sahabatnya ini pasti ada masalah biarlah nanti juga cerita sendiri. sekarang ini matanya sudah lima watt jadi dia memilih tidur sekarang. 
Membiarkan Reygan memejamkan mata sejenak. 

** 
"Dava berangkat dulu ya bun" pamit Dava pada Bundanya 
" Iya hati-hati jangan ngebut" 
"Siap bun" 
Ayahnya sudah pergi ke rumah sakit sejak tadi pagi. 
Karena katanya ada operasi yang harus dilakukan pagi sekali. 

Memasuki gerbang Dava tidak sengaja melihat Vana dan Dion yang keluar dari mobil cowok itu. Dava tak ambil pusing dan tetap memakirkan mobilnya. 
Mana peduli Dava.  

Di kantin kampus. 
Saat Vana akan berbalik dari memesan makanan tak sengaja tertumpahi jus jeruk milik salah satu mahasiswi. 
"Ati ati dong lo" sentak Renata pada cewek itu sedangkan Vana sibuk membersihkan bajunya dengan tisu yang di kasih oleh penjaga kantin. 
"Sorry aku gak sengaja" cewek berkacamata itu menunduk takut. 
"Udah Ren, dia gak sengaja gue tau tau itu" 
" Tapi Van, Lo.." ucapan Renata terhenti. 
"Udah gue ke toilet bentar lo pesen ntar gue balik lagi" 

Saat Vana merasa sudah bersih bajunya dia berbalik dan tak sengaja mendengar percakapan orang. 
"Tapi nanti kalo Vana balas gue gimana Sal" 
"Udah lo tenang aja, ini kan murni ketidak sengajaan bukan karena apa" 
"udah lo tenang aja, kalo ini keknya Vana ga bakal ganggu lo" 
"Ini belom termasuk rencana gue ya" 
"Ya udah deh" 
"Gue balik ke kelas gue ya bye" 

Salsha balik dan terkejut melihat Vana sudah berdiri di sana dengan tangan yang dilipat didepan dada. 

" Oh jadi selama ini orang orang yg gak guna itu suruhan lo gitu, Sampah" 
"Maksud Lo" 
" Ck katanya pinter, teladan tapi gitu aja ga ngerti Loser banget" 
"Jaga omongan lo ya" 
"Apa emang benerkan, Percuma cantik, pinter kelakuan mines" 
"ga ngaca lo, otak aja ga ada" 
"Gue buktiin kalo lo bakal kalah sama gue" 
" Ga salah nih. gue sih fine aja apa sih yang ada di otak lu tu" 
"Ga usah bacot deh" 

Dan setelahnya Vana balik ke kelas saat memberi pesan pada Stephany bahwa tidak jadi nyusul kekantin . 
Tanpa kedua gadis itu ketahui seseorang melihat dan mendengar  perdebatan tadi. 



jeng jeng jeng ... 
πŸ’™πŸ˜‚ 
di tunggu part selanjutnya mungkin tinggal beberapa part lagi udah selesaiπŸ˜‚πŸ˜. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer