Davana 9








Hari ini hari yang ditunggu sudah tiba mereka sudah mempersiapkan kejutan dan kebetulan papa dan mama nya nanti malam akan baru sampai setelah sebelumnya di Bandung 2 hari.
Vana baru saja selesai dari kamar mandi, tiba tiba hpnya bunyi.
“Halo”
“Lo atur aja sesuai rencana, kan kita udah susun kemarin ntar gue sama Stephany nyusul”
“ Oke lo tinggal laksanain udah gue atur semuanya”
 “ gue balik kekelas “
“Bye”
Seseorang merekam Vana sedang menelpon dan seseorang tersebut tersenyum licik.
**
Saat ini Renata sedang berada disalah satu pusat perbelanjaan bersama dengan Dion. Yap, mereka memang dekat dengan Dion, dekat bukan berarti dalam artian lebih, maksudnya dekat sebagai teman, tidak hanya Renata saja Vana dan Stephany pun demikian. Mereka saat ini bolos kuliah karena makul terkahir dosennya tidak hadir dan mereka pulang terlebih dahulu dan mengambil kue pesenan Vana untuk papanya.
Sedangkan Vana dan Stephany masih dikampus karena Vana akan pulang nanti bersama dengan Stephany dan Teman teman Dava, sejak kejadian dua minggu yang lalu mereka lebih sering bersama dan Vana menyukai hal itu karena Vana bisa lebih memiliki intensitas bertemu dengan Dava.
“Van yuk”
“Ayok, Renata udah ambil kuenya tinggal kita siapin dekornya dirumah”.
“ Oke, gue bawa bantuan dulu yak ahha”
“Oke siap”

Mereka akhirnya sudah sampai dirumah Vana, dan renata dion sudah menghias sebagian nya sekarang mereka menikmati eskrim di ruang tamu.
“ dih enak enakan lo ya, bukannya kerja”
“ HEI, gue capek anjir, gak liat tuh gue udah bantu “ kesal renata atas ucapan Reygan.
“ dih enak tuh kayaknya eskrimnya bagi dong Ren, enak nih dimakan pas Panas panas gini” ucap Doni sesekali melirik Reygan, YANG PANAS ATINYA REYGAN.
“ udah jangan ribut gue ke atas bentar kalian tunggu”, Renata dan Stepahny mengikuti Vana untuk keatas.
“ Nih minuman sama cemilannya terus bantuin yak” ucap Vana pada mereka.
“Itu kurang pas kiriin lagi” ucap Stephany.
“ eh udah itu malah kurang kanan woy” ucap Doni.
“ dih mana ada kurang kiri elah, lo bisa ngatur ga sih” kesal Stephany.
“ Dih, elo kali yang kagak becus” kesal Doni.
“ kanan lagi “
“ Kiri lagi’
“ Kanan’
“ Kiri”
“WOY” kesal Toba dan Choki yang sedang memegangi tulisan HAPPY BIRTHDAY kesal pada mereka berdua.
“DIAM” teriak Stepany dan Doni.
“ Bangke ya ini yang bener yang mana kalian bedua bego emang” sedangkan yang diteriaki hanya mengatupkan kedua tangan dan meminta maaf.
Akhirnya sudah selesai dan sebentar lagi papanya pulang, mereka bergegas untuk membersihkan diri mereka semua membersihkan diri di rumah Vana sebagian yang cowok di kamar tamu dan kamar yang sering dipakai Satria. Yang cewek di kamar Vana.
Reygan, Doni dan Dava Choki. Di kamar Satria, saat Dava ingin keluar turun ke bawah, tak sengaja melihat Vana juga keluar dari kamarnya. Kamar itu memang berada dilantai dua, dengan kamar Vana yang dekat dengan tangga, sedangkan kamar Satria sedikit lebih jauh.
“Mas?” panggil Vanaa.
“Ck” Dava mendengus mendengar itu, bisakah cewek ini normal sehari saja dengan tidak memanggilnya dengan sebutan itu.
“ apa?”
“ barengan ya turunnya” ucap vana dan mendahului Dava untuk berjalan didepan cowok itu.
Mereka semua sudah merencanakan ini beberapa hari lalu dan sudah ijin terlebih dahulu tentunya, pada mama Vana. Jadi tidak apa jika mereka berkumpul dan menumpang untuk mandi disini. Justru dia merasa senang putrinya memiliki teman. Karena melihat kelakuan anaknya pasti lebih memiliki banyak musuh jika dilihat.
Sebuah mobil memasuki rumah Vana dan Sepasang suami istri keluar dari mobil tersebut. Pintu dibuka namun terlihat gelap, rupanya anaknya belum pulang.
Saat akan menyalakan lampu Steve, memanggil Mila.
“Ma Vana jam segini kemana anak itu belum pulang” kesal Steve.
“ Mungkin sama temennya Pa” jawab Mila.
Dan saat akan menyalakan lampu.
Tiba tiba SURPRISEE!!!....
Terang dan banyak balon serta putrinya yang memegang kue ulang tahun.
“ selamat ulang tahun papa”
“ makasih sayang”
Setelah meniup lilin dan memotong kue serta menerima ucapan dari teman putrinya,  Steve memanggil Dava.
Saat ini mereka berada di taman belakang rumah Vana. Dan sedang barbequan, sepertinya mama Vana sudah memesan dan mereka tinggal memasak saja karena tadi bahan sudah diantar oleh kurir.
“ Saya tahu pasti anak saya sering mengganggu kamu, di kampus atau di manapun itu” ucap Steve.
 “ kalau kamu tidak suka, bilang saja karena saya lebih tidak terima jika anak saya menyukai seseorang yang jsutru tidak bisa membalas perasaanya”
“Saya minta maaf om, bukan maksud saya seperti itu, tapi saya hanya belum terbiasa dengan itu dan bukannya saya tidak suka dengan anak om” jawab Dava dengan lugas dan tenang.
“ Jika kamu menyukai Vana, saya ijinkan karena saya percaya kamu memang pantas untuk anak saya”
“ Maaf sebelumnya dan terimakasih karena mempercayai saya om”
Steve beranjak dan menepuk pundak Dava, lalu bergabung dengan yang lainnya.
Dava hanya memandang punggung Steve yang  menjauh dan seketika tatapanya bertemu dengan Vana, Vana tersenyum dan Dava hanya memandang datar. WOY INI MANUSIA BUKAN SIH.

Acara DIES NATALIS kurang menghitung hari dan persiapan sudah di lakukan oleh berbagai pihak. Begitu juga dengan Dava dan sahabatnya sepertinya mereka akan mengikuti lomba basket. Ya, itu sudah menjadi hobi itung itung untuk refreshing. Syukur kalau menang.
Vana dan kedua sahabatnya juga akan mengikuti lomba dance dengan beberapa teman kelasnya. Mereka sedang mempersiapkan gerak dan lagu yang pas untuk itu. Saat ini mereka sedang berada di ruang UKM dance. Diruangan dengan dominan putih itu terdapat space yang luas di tengahnya dengan kaca besar terdapat di dinding pada satu dua sisi tembok.
Suara pintu di buka dan ternyata disana ada Mega dan beberapa temannya sepertinya ada Salsha juga. Entah lah Vana pun heran Salsha anak Sastra namun kerap kali mereka terlihat bersama, mungkin sahabatnya atau Cuma sekedar kenal Vana tak peduli.
“Oh ternyata mau ikut partisipasi juga, cih” ucap Mega.
“Kenapa? Masalah?” jawab Renata tak santai. Renata memang yang paling tidak suka dengan mereka. Oh tidak mereka bertiga memang tidak suka dengan Mega dan kawan kawannya.
“ orang kayak lo itu Cuma bikin masalah aja ntar, mending ga usah deh” sinis Mega. Salsha hanya menonton menurutnya dia tidak perlu ikut campur.
“ Liat aja kita buktiin, gue pernah bilang  kalo lo Salsha dan semua antek antek lu itu bakal kalah sama gue, dan orang siapa yang terbaik di acara ini dia bakal ngelakuin apapun yang diminta” ucap Vana.
“ Cih, gak salah nih, yang ada lo kali yang bakal jadi budak kita”
“ Oke. Kita buktiin aja”



See you.. mau gue cepetin mau gue kelarin hehe.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer