Coretanku... Hujan dan anak embekπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ

"waduh semakin deket!!" teriakku.

aku berlari secepat yang aku bisa, seakan suara itu dapat melenyapkan ku dalam satu kali serang, melewati batas sawah ( di daerahku menyebutnya galengan).

Aku bersama dua anak manusia berlari menuju rumah sebelum kami tertimpa serangan itu. mereka adikku. dan anak kerabatku sebelah rumah. dengan aku yang berlari sambil membawa sabit dan adik ku dengan membawa keranjang rumput yang sudah terisi lumayan. Tentu  saja itu aku yang mengisi mereka hanya menonton saja.

kutengokkan kepalaku kebelakang lagi, dan semakin dekat pula dan tak dapat dihentikan kecuali jika ada keajaiban semua itu akan berbalik arah secara mendadak, namun itu khayalanku saja.

kami bagaikan lomba lari diatas galengan yg hanya selebar bahu manusia dewasa. Di tengah hamparan padi yang mulai menguning dan sebagian lagi sudah di panen oleh sang empunya dan di kerubungi para pencari pakan ternak mereka. Batang padi, kami menyebutnya Damen.

Aku dan dua anak manusia ini lari secepat mungkin mengingat anak kambingku yang berusia dua minggu masih ada di pelataran rumah, beserta induknya. semakin cepat pula kami lari untuk menyelamatkan mereka, maksudku anak kambingku.

begitu sampai di rumah aku langsung mencabut patok yang menjaga agar kambingku tidak lari dan langsung di tarik Ririn, adiku kedalam rumah.

"wahaha untung kita udah sampai, gak kena hujan deh" ucap Fitri, anak rumah sebelah atau tepatnya cucu dari kakaknya Ibuku. belibet pokok e ngunu.

Fitri ini kelas  4 SD. HAHA main ku sama anak SD Ya Allah. jadi kalian maklum kalau aku kadang kekanakan. Dan Adiku kelas 3 SMP, jika kalian sudah membaca blog ku yg bulan lalu pasti kalian sudah tau dia.

"Iya, padahal baru 10 menit dapet rumput" ucapku sambil terkekeh.
"Ra masuk" ucap adik ku.

iya. jangan kalian pikir tadi kami menghindari monster atau bahaya lainnya. kami sebenaranya tadi hanya lomba lari dengan hujan.

Tapi lumayan lah keranjangnya pakannya sudah sedikirt terisi. cukuplah buat makan embek itu, karena tadi sebelumnya adiku yg pertama bilang Bapak sama Ibu sudah membawa rumput juga untuk makan kambing.

Saat aku berlarian di galengan tadi, tak sengaja kulihat ibu-ibu tetangga, menatap kami. pasti mereka berpikir.

"itu anak lama ga dirumah, sekali dirumah langsung gila ya" wkwk
awas saja, jika mereka berani berkata seperti itu, akan ku jawab
"itu ibuk ibuk udah mau tua juga, bukannya banyak istighfar malah ghibah"

sekali lagi. kalau itu terjadi ya, wkwk ga mungkin kayaknya, kalau seandainya iya. hm gue slepet juga.
* * *

Ngomong ngomong soal kambing ternyata anak kambing yg lahir tahun lalu sudah dijual. dan baru dua minggu. katanya lahir lagi anak embek. hal itu ku ketahui saat aku bertanya iseng pada ibu saat nonton tivi.

"Memangnya kenapa?" jawab ibu saat aku tanya.
"gapapa tanya aja" jawabku
"baru 15 hari. weton e podo karo koe" begitu ucapnya
astaga, batinku.
wetonku podo karo wedusku. taun wingi bulan lair seng podo.
HAHAHAHA. WEDHUS KAMPRET. NYAMA NYAMAIN AJA.

lalu ku lanjutkan makan ku, sayang jika dilewatkan sambel kemangi buatan bapak πŸ˜‚.
sedangkan anak kambing sudah mulai lincah loncat sana loncat sini. kalau kata adiku yg pertama, njaluk ditendang, gimana ga jengkel jika lewat dekatnya pasti loncat loncat dan bakal nyundul pantat nya Hahaha. sukurin batinku.

"Mak, anak wedusmu iki lho. jaluk di tendang po piye" Kira kira seperti itulah teriakan adiku. wkwk.
***
Keesokan harinya aku di bangunkan adiku yang pagi pagi sudah rajin aja menyetrika baju sekolah. heleh paling juga karena mau dipake. coba kalau engga. hilihh

lalu aku pindah ke kamar karena semalam aku tidur di depan tivi. kalau tidak salah sebelum aku tidur benar. maksudku aku masih tidur tidur ayam, tivinya dimatikan oleh Bapak.
setelah beberapa menit terlelap. aku mendengar suara gaduh dari dapur sepertinya ibu sudah mulai memasak.

Dan benar saja, nasinya sudah matang, dan sayurnya juga hampir setengah matang. Katanya mau manen padi di sawah jadi masak pagi sekali. lagipula nanti adik dari ibuku, akan membantu memanen padi.
lalu ku potong cabai, bawang merah, bawang putih dan tempe sesuai perintah ibu.
sedangkan ayahku mengantar padi untuk diselep, selep itu semacam mesin untuk mengubah gabah menjadi beras.
sementara adiku nanti akan sekolah karena hari senin.

setelah itu, aku sarapan hm enaknya kalau ini di perantauan mana mungkin jam segini sudah sarapan. setelah semua selesai ibu dan bapak berangkat ke sawah. adiku kesekolah. tinggalah aku dirumah, kenapa aku ga ikut ke sawah. kata ibuku ga usah. jaga rumah aja nanti disuruh nyuci baju, nyapu rumah, nyari rumput untuk embek, dan sebagainya. hm okelah.
***
agak siangan setelah matahari muncul aku mencuci baju dan sepatu ku yg sempat kotor kemarin pas di tengah jalan karena jalan menuju rumahku becek habis hujan. setelahnya aku sebenarnya malas mandi. hiahh. jadi ga mandi deh.
ntaran aja.
setelah itu kusapu tempat embek, dan sebagainya.
***
ku buka hape. ku buka beberapa chat yg masuk.

ASSETS TM 9 (17 people)
chat ku sebelumnya

rizako = restart hidup bisa ga
perdi = bisa
siti = di sleep aja jah
perdi = ke setelan pabrik πŸ˜‚
rizako = mati suri. sleep sejenak apa selamanya.
selamanya. anjir πŸ˜‚
iseng ku tanya.
rizako = ada anak baru ga dikelas,
perdi = ga tau
rizako = kalau ga ada nanti tak bawa anak. anak kambingku baru dua minggu πŸ˜‚πŸ˜‚
perdi = siapp
arjuna = langsung jadiin sate πŸ˜‚
rizako = jahat. ga jadi 😭
perdi = siap jadiin embek guling aja enakk
arjuna = lumayan kapan lagi kita makan sate embekπŸ˜‚
rizako = anjirr. kanibal

lalu kututup chat grup kelas. Gesrek emang mereka. jadinya aku ketularan.

ES CUP 🍧🍧 (7 people)

Pino = ndang mangkat wes masuk.
jiana = aku jek tekan bang jo
pino = okeoke
lina = ruang piro. aku wes ng kampus
rizako = sikampret masuk?
pino = ora.
lah setelahnya
pino = sent a picture

jeng jeng jeng

 rahasia hahaha. dan membahas masker untuk mengindari corona πŸ˜‚

pida dan cenul ga masuk kuliah.

ku buka chat yg lain dan beberapa grup chat. kalo inget WhatsApp pengen nampol aja bawaannya lagi kesel.
***
sore harinya aku mencari rumput lagi untuk anak embek kali ini. ga boleh gagal. huah. aku ke sawah terus lewat jalan yg salah ternyata. abis itu ada orang lagi mau balik malu lah jauh juga kalau muter, tapi kalo tetep Lanjut bakal nyebur dan basah deh. bukan masalah basahnya tapi kalo ada yuyu (kepiting) gimana. huaaa. gapapalah daripada balik muter. sayang tinggal lima meter lagi sampai.

oke nyebur. dan sandal ku lempar ke haluan seberang wkwk. setelah itu dapet rumput terus muter bentar liat liat. kali aja ada ikan di sawah. d is ternyata benar. ada ikan. disawahku. hm kalau aja aku bawa jaring mesti udah kujaring mereka.

setelah selesai. aku gak akan lewati situ lagim lelah ualng kesalahan yg sama. eak.
ku lewatlah sebelah. anjir ternyata lebih parah. balik lagi kagaklah ada orang manen padi hihi. ya udah terjang.
dan setelahnya sandalku ku tinggal karena penuh lumpur. dan kusuruh adiku buat ngambil πŸ˜‚.
abis itu mandi yeay.
oke itu aja ya bye. wkw tunggu coretan coretan selanjutnya πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜˜

seharusnya ini gue aplud kemarin pas dirumah tapi mau aplud ga bisa. coz ga ada signalπŸ˜‚..

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer