DAVANA PART 3

Aku punya niat yang baik 
coba  ku ungkapkan padamu 
berharap kamu kan menjadi 
rencana besar dihidupku 
tapi kau bilang ‘pergi sana’
kamu tak mau melihat diri ini selamanya 
Awas nanti jatuh cinta 
cinta kepada diriku 
jangan jangan ku jodohmu 
kamu terlalu membenci 
membenci diriku ini 
Awas nanti jatuh cinta padaku

Armada ~ Awas Jatuh Cinta 

Aku memejamkan mata menghirup aroma petrikor yang disebabkan hujan telah turun membasahi bumi. Ku arahkan pandanganku ke jalanan yang memperlihatkan orang sedang berlarian berteduh menghindari hujan yang dapat ku lihat dari dinding kaca cafe ini. Aku heran melihat mereka mengapa mereka menghindari hujan padahal menurutku hujan adalah hal yang sangat menyenangkan. Seperti saat ini aku sedang memperhatikan air hujan yang mengenai dedaunan dan membersihkan debu yang sebelumnya mendominasi jalanan ibu kota ini.

Jika saja tidak ada orang didepanku ini aku sudah berlari keluar dan bermain hujan disana lebih menyenangkan jika harus menghadapi pemuda dihadapanku ini.

“Gue mau pulang” satu kata yg aku keluarkan karena sedari tadi pemuda dihadapanku ini tidak menunjukan tanda tanda kehidupan sama sekali, maksudnya tidak berbicara satu kata pun.
“Gak” ucapnya.
“Lupain apapun yang ada diantara kita anggap aja gue gak kenal lo siapa dan lo gak kenal gue siapa. Gue udah muak sama lo” ucap Vana.
“gak semudah itu. Lo gak akan lepas dari gue” menampilkan senyum sinis diwajahnya.
“Terserah. Gue gak peduli, jangan muncul didepan gue lagi. Setelah apa yang lo lakuin ke gue. Lo dateng dan itu bikin gue makin muak sama lo. Gue benci sama lo” ucap Vana langsung keluar cafe.

Tidak peduli jika akhirnya dia basah kuyup, toh itu malah menjadi harapan Vana saat ini agar bisa meredamkan emosi dan panas yang ada dikepalanya akibat pemuda di cafe tadi.
Iya pemuda tadi adalah pemuda yang sama saat dia sedang membaca novel di mall kemarin. Kevin sanjaya. Sesorang yang pernah dekat dengan Vana dulu namun tidak sampai mereka menjalin hubungan karena Vana lebih dulu memergoki Kevin jalan dengan salah satu teman kelasnya saat SMP.
Sebenarnya tidak bisa dikatakan teman tapi lebih tepatnya musuh bebuyutan Vana, karena cewek itu selalu mencari gara gara dengan Vana hanya karena cowok yang disukai selalu berpindah hati ke Vana. Dan parahnya lagi ternyata Kevin dan Lisa, cewek itu. sudah menjalin hubungan 2 minggu yang lalu. Sungguh menakjubkan.

Hingga akhirnya vana mendengar kabar pindah nya pasangan itu ke luar negeri,  setidaknya dapat mengurangi kekecewaan Vana waktu itu. Namun, sekarang salah satu dari mereka kembali. Kevin sanjaya. Entah bagaimana hubungan mereka Vana tidak tahu dan tidak mau tahu. Karena sekarang dia sudah menemukan pengganti Kevin yaitu Dava Mahendra. Pemuda yang dikenalkan oleh sahabatnya sejak semester 3 lalu. Pemuda yang tidak melirik Vana sama sekali dan itu membuat Vana semakin gencar mendekatinya.

Setelah menerobos hujan dari cafe sampai rumah Vana langsung mandi dan ganti baju, untung saja orang tuanya tidak dirumah dan asisten rumah tangga sudah pulang sehingga Vana tidak perlu repot mendengarkan omelan mereka karena hujan-hujan. Setelah ganti baju Vana mengeringkan rambutnya yang basah dengan pengering rambut dan mulai membuka handphone nya yang untungnya tidak rusak karena basah.

Sambil melihat chat yang masuk dan beberapa grup chat serta chat dari sahabatnya yang menanyakan  kenapa hari ini tidak masuk kelas. Iya, vana memang membolos hari ini. Dia sedang malas masuk kelas dan akhirnya Kevin menghubunginya untuk mengajak ketemu sehingga vana lebih milih ketemu Kevin, karena penasaran apa yang akan dikatakan pemuda itu, namun malah membuat moodnya tambah buruk hari ini.

Vana mengabaikan semua pesan itu dan memilih membuka roomchat nya dengan Dava. tidak ada pesan dari cowok itu, terakhir vana mengirim chat ke dava semalam dan tidak ada balasan dari cowok itu. Vana melihat jam yang ada di tampilan handphone nya menunjukkan pukul 19.15 setelah beberapa detik berpikir untuk mengirim pesan atau tidak akhirnya vana memilih untuk mengirim pesan.

Mas Dava 
 Vana : Hai mas ^^
Masdav : Apa
Vana : Astaga gitu amat sih mas. Kangen tau seharian ga ketemu mas
Masdav: Stop panggil mas. Gue gk jual sayur.
Vana : Siapa bilang penjual sayur. Mas kan pemilik hati ku ^ ^ hihi 
Mas besok bareng ya kekampus. Mas kan jadwalnya pagi sama kayak aku. 
Masdav: Mls.
Vana : Hah? Mas mules? 
Masdav : MALES
Vana : Yelah mas. Keyboard rusak apa gimana. Ga mau tau pokonya besok jemput. 
Masdav : Ogah!!
Vana : Ga mau tau. Harus.
Masdav : Terserah.
Vana : Hahah ya udah goodnight masdav ^ ^ 
(Read). 

Aku tersenyum melihat chat ku dengan Dava padahal hanya itu saja tapi entah kenapa lucu aja gitu chat sama dia, meskipun cuek tapi tetep dibales itu yang aku suka. Hahaha.

Akhirnya ku pejamkan mataku untuk menunggu hari esok. Dan aku juga gak ngarep kalau Dava pagi nanti datang. Itu sama saja bermimpi. Mustahil. Lagian juga besok mungkin duo kampret (renata dan stephani) akan menjemputnya seperti biasa, karena tau kalau aku besok akan masuk kelas.
***
“Anjir telat lagi gue” Vana berlarian menuju kelas yang sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu.

Vana sudah siap sejak tadi pagi menunggu duo kampret itu untuk menjemputnya. Tetapi mereka malah bilang ga bisa karena harus mampir dulu di supermarket untuk membeli obat sakit perut karena Renata sedang datang bulan hari pertama mengalami nyeri, biasa cewek. Vana juga gak tega dengan Renata akhirnya dia tidak apa-apa berangkatnaik taxi saja. Akhirnya Vana berjalan keujung gang untuk mencari taxi di jalan raya.

Tetapi sepuluh menit menunggu taxi tidak datang malah Kevin yang menghentikan mobilnya didepan Vana. Sontak hal itu membuat Vana memutar bola mata malas, karena saat ini dia tidak ingin bertemu dengan Kevin, barang sedetikpun.

“nungguin siapa?” tanya Kevin saat setelah membuka kaca mobil guna memastikan bahwa yang dia lihat benar Vana.
“Bukan urusan lo” Tanpa menoleh ke Kevin karena Vana saat ini sedang fokus dijalanan mencari taxi yang kosong.
“Ayo gue anter”
“Males”
“Masuk!. Atau gue paksa” tekan Kevin
“Siapa Lo!”
“Oke. Fine berarti Lo minta dipaksa” Kevin keluar dan menyeret Vana untuk masuk ke dalam mobilnya.

Vana kalah dengan Kevin yang memiliki tenaga lebih. Secara Kevin itu cowok. Sekuat kuatnya Vana pasti dia akan kalah.
Akhirnya Vana terpaksa harus nurut Kevin untuk memberikan tumpangan padanya saat ini, karena kelas sudah dimulai.

“Van. Gue mau kita kayak dulu lagi. Maafin gue, karena gue dulu sempet nyakitin lo” Kevin mulai melakukan aksinya untuk minta maaf namun tidak dihiraukan Vana.
“Van, bisa gak sih lo sekali aja liat gue”
“Gue udh muak sama lo Vin. Udah deh jalan aja kenapa sih gue udah telat ini.”
“sejak kapan lo peduli sama itu”
“sejak gue disini sama lo. Gue lebih milih meduliin kuliah gue daripada orang kayak lo. Paham” jawab Vana
Seringaian muncul di wajah Kevin. Kalo dia gak bisa dapetin vana. Gak ada satu orang pun yang bisa dapetin Vana.

Vana panik. Mulai sadar saat ini bukan jalan ke arah kampusnya.
“Lo mau bawa gue kemana?” turunin gue!”
“ Gak akan semudah itu baby” jawab Kevin.

Akhirnya Vana mencoba untuk meng-olengkan (apa bahasa yg tepat woyyy!!) Kevin agar dia bisa keluar dari sini. Akhirnya dengan susah payah akhirnya Vana bisa kabur dari Kevin dan menghentikan angkot yang lewat. Bodo amat. Peduli setan sama Kevin yang mencak mencak gak jelas karena Vana berhasil kabur dari nya.

Akhirnya vana sampai kampus dengan tampilan yang bukan Vana banget. Orang orang yang dikampus menatap Vana yang lari seperti dikejar anjing.sedangkan vana tidak peduli semuat itu dia ingin sampai kelas kalau mau ingin ikut UAS semester ini. Bisa bisa dia jadi mahasiswa abadi disini kalau kebiasaan telat dan gak ngumpulin tugas tidak diubahnya.

Sedangkan Dava yang keluar dari kamar mandi melihat Vana yang lari larian seperti itu menaikan alis. Heran.

Tumben, kenapa dia? 
Namun. itu bukan urusan dia, lebih baik dia kembali kekelas.
***
Makan siang. Renata, vana dan Stephany mencari tempat duduk untuk makan siang dikantin kampus. Namun tidak ada yang kosong akhirnya teman teman Dava menyuruh mereka untuk gabung saja.
“Oyy. Bu bos sini makan bareng kuy” teriak Doni
“gimana? Gabung gak?” tanya Renata pada kedua sahabatnya.
“ayok! Sama mas Dava itu hahah”jawab Vana sambil jalan duluan.

Renata dan Stephany saling pandang dan ‘dasar cabe giling’ dan akhirnya mereka tertawa bersama. HAHAHA heran dengan tingkah sahabatnya

Akhirnya mereka makan bersama dengan Vana duduk didepan Dava.Vana makan dengan lahapnya tanpa menghiraukan tatapan yang lainnya. ini kuli apa Vana batinn mereka kecuali Dava. mana peduli dava dengan semua itu dia lebih asik dengan game online di hp nya.

“btw nih Van, kok bisa lo telat tadi pagi? Kan bukannya lo bilang kalau lo udah siap pas gue chat lo” tanya Renata yang tiba tiba ingat kejadian tadi pagi. Yang menyebabkan Vana di hukum untuk membawa buku tugas kelasnya untuk dibawa ke ruang Pak Botak.
“oh itu, gue tadi pagi ketemu kevin” jawab vana yang membuat Dava langsung menajamkan pendengarannya.
Hal itu hanya diketahui seseorang ditempat itu, dia hanya tersenyum misterius.
'bilang gak peduli. tapi nyatanya'

"terus gimana sama lo? Kok bisa lo kabur?” tanya Renata
“Bisa lah. Gue gitu harus naik angkot dulu nih. Perjuangan!!”
Dan semua tertawa. Heran seorang vana naik angkot! HAHAHA.
“lagian mas dava bukannya dateng jemput malah enggak. Gimana sih’ rajuk Vana
Tapi tak ditanggapi Dava.

Vana? Hanya menghela napas. Lelah.
“ terus lo pulang naik apa? Soalnya abis ini gue gak bisa nganter lo. Gue harus berangkat langsung ke bandung soalnya nenek gue sakit” kata renata
Vana ingin menimpali sebelum akhirnya suara itu terdengar dari seseorang yang hanya diam sedari tadi.
“Gue anter”
Dava.
Dan setelahnya Dava meninggalkan mereka untuk kembali ke kelas karena kelas Dava akan dimulai. Setelahnya teman teman Dava mengekor dibelakang Dava sambil cekikikan melihat tingkah Dava. dasar tidak mengakui kalo dia sebenarnya peduli dengan Vana.

Mohon kritik dan saran ahahaah
 oh iya buat kalean yg belom baca part sebelumnya bisa klik link ini ya : https://bulubabi1.blogspot.com/2019/12/davana-part-2.html?m=1

Oke gengs males ngetik lagi. Bye


gue heran sebenarnya ini alurnya gimana. kalo misal gak gue lanjutin aja gimana. tapi ntar kalo ga gue tuntasin ngambang banget anjir.
kasih saran dong gengs. cut or lanjut huhu 😪😪









Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer