Gak Cuma Generasi. UAS pun Milennial.
hai guys!!
Balik lagi di blog ini.
Sebelumnya gue mo minta maaf yes,, harusnya blog ini gue post minggu kemarin, pokonya udah semingguan lebih gue tulis, Cuma ada beberapa hal dan buat gue mikir lumayan lama buat post ini. Ya sekitar 5 menit gue mikir akhirnya gue post blog ini yang gue pikir cukup bermanfaat mungkiin buat lo pada daripada lo liburan ga tau mo ngapain mending baca ini hihihi.
Oke. Kesempatan kali ini gue bakal ngebahas lebih serius nih guys!
Hah? Serius? Iya.
Well, pertama gue mau ngasih sedikit info ke kalian kalau beberapa hari lalu tepatnya hari Sabtu, kemarin gue abis ngejalanin kewajiban gue sebagai mahasiswa. Ujian akhir dari Semester 3. Yeah, of course. Ujian Akhir Semester. UAS.
Selama seminggu gue menjalani. Cieh. Menjalani. Ya, gue menjalani UAS lebih tepat mengikuti sih ya, ok ganti istilah ya sekarang, setelah sebelumnya mengikuti perkuliahan kurang lebih sekitar 4 bulan sebelumnya di semester 3. Iya, gue udah semester 3. Gak lama lagi guys. Umur nya?!. LULUSnya dong!.
UAS gue kali ini ada sedikit materi yang entah membuat gue AMBYAR haha. AMBYAR?!. Iya salah satu materi kuliah yang menjadi konsentrasi di Program Studi yang gue ambil, inisialnya Akuntansi Perpajakan. Eh, itu bukan inisial ya BWAMBWANG!!
Ya itu intinya gue sedikit agak keder di situ karena malemnya gue gak belajar. Karena gue kira hari Jum’at itu matkul ujiannya Cuma satu, sumpah parah banget. Dan gue tau kalau matakuliah ujiannya itu dua sekitar malem jam 12 an gitu. Serius ga buka sama sekali karena gue gak ada catatan materi kuliah, adasih Cuma itu materi sebelum UTS sedangkan yang menjadi materi ujian ternyata materi setelah UTS. Bagi mahasiswa kek gue yang ya bisa dibilang anti kalo disuruh nulis materi kuliah itu tentunya ya kewalahan dung wkwk.
Mahasiswa zaman sekarang menurut gue kalo disuruh nulis pasti ada aja alasannya, karena kan bisa di foto. Iya gue juga gitu. Gue bahkan memoto, apa ya masa memoto ya intinya mengambil foto materi aja males itupun gue suruh temen foto abis itu gue suruh share di grup, sumpah males bangetkan gue, tapi itu jangan dicontoh guys, cukup di ambil hikmah nya saja. Hehe.
Dan alhasil selama mengerjakan ujian diselingi usaha dan doa maksudnya usaha olahraga mulut dan mata, dan doa semoga pengawas lama keluar ruangannya eh ngga deng haha becanda. Dengan usaha mengingat dan mengarang gue akhirnya selesai dong walau ga tau nanti jadinya gimana. Semoga kemampuan mengarang dan imajinasi gue berguna untuk saat itu. Sehingga gue bisa setidaknya mempertahankan IP gue semester kemarin kalo bisa meningkat. Aamin.
Nah, ngomong ngomong soal mahasiswa zaman sekarang, manusia milennial atau remaja milennial apapun itu istilahnya, yang namanya milennial pasti ga bakal lepas sama teknologi, gadget dsb. Dengan perkembangan era 4.0 untuk generasi sekarang yang mana kita sudah memasuki masa itu dan bahkan tidak sedikit dari kaum kita yang sudah ada didalamnya tentu itu menjadi pemicu bertambah solidnya kaum milennial ini. Subhanallah bahasa gue. Hihi.
Seiring dengan perkembangan itu, pertumbuhan remaja di era sekarang ini juga perlu mendapat sorotan khusus, baik pemerintah, masyarakat dan keluarga tentunya. Karena rawan sekali penyimpangan yang dialami mereka ini khususnya pada masa masa puncak remaja yaitu sekitar 15 – 18 tahun. Karena masa remaja ini dibedakan menjadi 3 yaitu masa remaja awal usia 12 – 15 tahun, masa pertengahan 15 – 18 tahun dan masa aremaja akhir usia 18 – 22 tahun, dan gue saat ini masa remaja akhir guys. Astaga tua dong gue.
Nah berdasarkan pembagian itu menurut gue semua masa perlu mendapat perlakuan yang berbeda sesuai dengan jenis masa remaja mereka karena jika masa remaja awal misalnya kalau mendapat penekanan pasti juga akan tertekan dan jika masa pertengahan pasti mereka akan memberontak maka perlu pemahaman khusus untuk membimbing remaja ini. Karena hal itu juga memengaruhi keadaan psikis dari si remaja nantinya.
Dan terkait perkembangan teknologi, generasi 4.0 serta generasi milennial itu adalah suatu rangkaian yang menurut gue saling memengaruhi seperti yang gue bilang tadi. Karena dengan perkembangan teknologi yang ada dan generasi milennial sudah menggunakan itu, jika salah sedikit saja dalam penggunaan akan berakibat pada kehidupan nantinya.
Sebenarnya teknologi juga tidak selalu membawa pengaruh buruk untuk remaja masa kini, hanya saja perlu penempatan yang tepat dalam menggunakan teknologi. Dan orang tua maupun lingkungan berperan penting dalam hal ini, why?.
Pertama jika dilihat sekarang sudah banyak anak – anak SD jangankan SD, anak TK aja udah pinter menggunakan gadget. Sebenarnya hal itu juga tidak salah karena mungkin itu bermaksud mengenalkan gadget sejak dini agar tidak gaptek nantinya, but menurut gue ya gak TK juga kaleee. Gue aja bener bener dikasih ijin buat punya hape sendiri aja pas masuk SMA itupun karena kehidupan kos yang mengharuskan gue buat menguhungi orang tua sewaktu-waktu. Ya dari situ juga keliatan sih mana era milenial sama ’90 an. Hahaha. Bahkan dibeberapa artikel yang gue baca menyebutkan Generasi milennial adalah narsis, gila gadget dan manja!. WHAT.
Tapi kalau usia segitu udah dikasih gadget juga perlu pengawasan khusus lah dari orang tua maksudnya ya orang tua ataupun yang dewasa juga gak langsung lepas tangan, seolah gini ‘ma, mana hape ijah mau main game, ini nak. yaudah sana maen sama temen mama mau beresin rumah dulu’ ya gak gitu juga hahaha. Astaga berasa apaan dah gua.
Kedua, kenapa gue bilang lingkungan juga urgent ya menurut gue dari pergaulan juga menjadi faktor pertumbuhan remaja karena dari temen mereka bisa mengenal dunia luar. Mulai dari temen lawan jenis, pergaulan temen sebaya, kebiasaan saat temen mereka nongkrong ataupun sebagainya hal itu juga berpengaruh untuk si remaja tersebut.
Sebenarnya juga pergaulan dapat di tata dengan baik jika kita berteman dengan orang yang benar maksdunya dalam hal ini tidak mengajak untuk pilih kasih dalam hal pertemanan, bukan sama sekali.
Hanya saja, perlu pemilahan dalam bergaul atau lebih baik lagi kita juga harus mengingatkan pada teman kita yang sekiranya itu sudah menyimpang dari aturan walaupun sedikit. Karena sesuatu yang salah walaupun seujung kuku pun jika tidak ada yang meluruskan akan berakibat nantinya. Tapi juga tidak memaksa kita selalu benar karena yang namanya manusiawi pasti ada ajalah.
Dan untuk pergaulan sendiri juga sebenarnya perlu sesekali kita berkumpul dengan teman dalam artian berkumpul untuk hal positif seperti dengan teman kelas ataupun sahabat dan sebagianya untuk sekedar berkumpul menurut gue itu perlu karena munafik kalo gue bilang berkumpul itu ga penting karena gue sendiri juga gitu hihi, kita berkumpul walaupun juga nanti ngobrol gak jelas dan membahas tempat wisata mana yang akan kita kunjungi hingga menghadirkan sebuah wacana diantara kita huhhu (
Dan jika dilihat dari sisi positif, generasi milennial sangat membantu tingkat pengenalan masyarakat Indonesia terhadap teknologi. Karena tidak menutup kemungkinan minat, bakat atau passion seseorang didukung dan perlu adanya teknologi yang ada. Pelajar juga perlu gadget untuk membantu informasi mereka, para pengusaha juga memerlukan teknologi untuk kepentingan inovasi, relasi dan bisnis mereka. Penulis juga perlu laptop dan koneksi internet tentunya.
Pokoknya ada manfaat juga teknologi di kehidupan kita. Tergantung bagaimana kita menyikapi.
Oke guys, mungkin itu sedikit yang bisa gue share untuk kesempatan kali ini, Hope this blog give a information to all of you.
see you in the next blog, and thanks for reading. Bye..
PERHATIAN!
INI HANYA PENDAPAT YANG SAYA KELUARKAN TERBEBAS DARI SIAPA SAYA DAN SIAPA ANDA. TIDAK ADA UNSUR APAPUN.
Balik lagi di blog ini.
Sebelumnya gue mo minta maaf yes,, harusnya blog ini gue post minggu kemarin, pokonya udah semingguan lebih gue tulis, Cuma ada beberapa hal dan buat gue mikir lumayan lama buat post ini. Ya sekitar 5 menit gue mikir akhirnya gue post blog ini yang gue pikir cukup bermanfaat mungkiin buat lo pada daripada lo liburan ga tau mo ngapain mending baca ini hihihi.
Oke. Kesempatan kali ini gue bakal ngebahas lebih serius nih guys!
Hah? Serius? Iya.
Well, pertama gue mau ngasih sedikit info ke kalian kalau beberapa hari lalu tepatnya hari Sabtu, kemarin gue abis ngejalanin kewajiban gue sebagai mahasiswa. Ujian akhir dari Semester 3. Yeah, of course. Ujian Akhir Semester. UAS.
Selama seminggu gue menjalani. Cieh. Menjalani. Ya, gue menjalani UAS lebih tepat mengikuti sih ya, ok ganti istilah ya sekarang, setelah sebelumnya mengikuti perkuliahan kurang lebih sekitar 4 bulan sebelumnya di semester 3. Iya, gue udah semester 3. Gak lama lagi guys. Umur nya?!. LULUSnya dong!.
UAS gue kali ini ada sedikit materi yang entah membuat gue AMBYAR haha. AMBYAR?!. Iya salah satu materi kuliah yang menjadi konsentrasi di Program Studi yang gue ambil, inisialnya Akuntansi Perpajakan. Eh, itu bukan inisial ya BWAMBWANG!!
Ya itu intinya gue sedikit agak keder di situ karena malemnya gue gak belajar. Karena gue kira hari Jum’at itu matkul ujiannya Cuma satu, sumpah parah banget. Dan gue tau kalau matakuliah ujiannya itu dua sekitar malem jam 12 an gitu. Serius ga buka sama sekali karena gue gak ada catatan materi kuliah, adasih Cuma itu materi sebelum UTS sedangkan yang menjadi materi ujian ternyata materi setelah UTS. Bagi mahasiswa kek gue yang ya bisa dibilang anti kalo disuruh nulis materi kuliah itu tentunya ya kewalahan dung wkwk.
Mahasiswa zaman sekarang menurut gue kalo disuruh nulis pasti ada aja alasannya, karena kan bisa di foto. Iya gue juga gitu. Gue bahkan memoto, apa ya masa memoto ya intinya mengambil foto materi aja males itupun gue suruh temen foto abis itu gue suruh share di grup, sumpah males bangetkan gue, tapi itu jangan dicontoh guys, cukup di ambil hikmah nya saja. Hehe.
Dan alhasil selama mengerjakan ujian diselingi usaha dan doa maksudnya usaha olahraga mulut dan mata, dan doa semoga pengawas lama keluar ruangannya eh ngga deng haha becanda. Dengan usaha mengingat dan mengarang gue akhirnya selesai dong walau ga tau nanti jadinya gimana. Semoga kemampuan mengarang dan imajinasi gue berguna untuk saat itu. Sehingga gue bisa setidaknya mempertahankan IP gue semester kemarin kalo bisa meningkat. Aamin.
Nah, ngomong ngomong soal mahasiswa zaman sekarang, manusia milennial atau remaja milennial apapun itu istilahnya, yang namanya milennial pasti ga bakal lepas sama teknologi, gadget dsb. Dengan perkembangan era 4.0 untuk generasi sekarang yang mana kita sudah memasuki masa itu dan bahkan tidak sedikit dari kaum kita yang sudah ada didalamnya tentu itu menjadi pemicu bertambah solidnya kaum milennial ini. Subhanallah bahasa gue. Hihi.
Seiring dengan perkembangan itu, pertumbuhan remaja di era sekarang ini juga perlu mendapat sorotan khusus, baik pemerintah, masyarakat dan keluarga tentunya. Karena rawan sekali penyimpangan yang dialami mereka ini khususnya pada masa masa puncak remaja yaitu sekitar 15 – 18 tahun. Karena masa remaja ini dibedakan menjadi 3 yaitu masa remaja awal usia 12 – 15 tahun, masa pertengahan 15 – 18 tahun dan masa aremaja akhir usia 18 – 22 tahun, dan gue saat ini masa remaja akhir guys. Astaga tua dong gue.
Nah berdasarkan pembagian itu menurut gue semua masa perlu mendapat perlakuan yang berbeda sesuai dengan jenis masa remaja mereka karena jika masa remaja awal misalnya kalau mendapat penekanan pasti juga akan tertekan dan jika masa pertengahan pasti mereka akan memberontak maka perlu pemahaman khusus untuk membimbing remaja ini. Karena hal itu juga memengaruhi keadaan psikis dari si remaja nantinya.
Dan terkait perkembangan teknologi, generasi 4.0 serta generasi milennial itu adalah suatu rangkaian yang menurut gue saling memengaruhi seperti yang gue bilang tadi. Karena dengan perkembangan teknologi yang ada dan generasi milennial sudah menggunakan itu, jika salah sedikit saja dalam penggunaan akan berakibat pada kehidupan nantinya.
Sebenarnya teknologi juga tidak selalu membawa pengaruh buruk untuk remaja masa kini, hanya saja perlu penempatan yang tepat dalam menggunakan teknologi. Dan orang tua maupun lingkungan berperan penting dalam hal ini, why?.
Pertama jika dilihat sekarang sudah banyak anak – anak SD jangankan SD, anak TK aja udah pinter menggunakan gadget. Sebenarnya hal itu juga tidak salah karena mungkin itu bermaksud mengenalkan gadget sejak dini agar tidak gaptek nantinya, but menurut gue ya gak TK juga kaleee. Gue aja bener bener dikasih ijin buat punya hape sendiri aja pas masuk SMA itupun karena kehidupan kos yang mengharuskan gue buat menguhungi orang tua sewaktu-waktu. Ya dari situ juga keliatan sih mana era milenial sama ’90 an. Hahaha. Bahkan dibeberapa artikel yang gue baca menyebutkan Generasi milennial adalah narsis, gila gadget dan manja!. WHAT.
Tapi kalau usia segitu udah dikasih gadget juga perlu pengawasan khusus lah dari orang tua maksudnya ya orang tua ataupun yang dewasa juga gak langsung lepas tangan, seolah gini ‘ma, mana hape ijah mau main game, ini nak. yaudah sana maen sama temen mama mau beresin rumah dulu’ ya gak gitu juga hahaha. Astaga berasa apaan dah gua.
Kedua, kenapa gue bilang lingkungan juga urgent ya menurut gue dari pergaulan juga menjadi faktor pertumbuhan remaja karena dari temen mereka bisa mengenal dunia luar. Mulai dari temen lawan jenis, pergaulan temen sebaya, kebiasaan saat temen mereka nongkrong ataupun sebagainya hal itu juga berpengaruh untuk si remaja tersebut.
Sebenarnya juga pergaulan dapat di tata dengan baik jika kita berteman dengan orang yang benar maksdunya dalam hal ini tidak mengajak untuk pilih kasih dalam hal pertemanan, bukan sama sekali.
Hanya saja, perlu pemilahan dalam bergaul atau lebih baik lagi kita juga harus mengingatkan pada teman kita yang sekiranya itu sudah menyimpang dari aturan walaupun sedikit. Karena sesuatu yang salah walaupun seujung kuku pun jika tidak ada yang meluruskan akan berakibat nantinya. Tapi juga tidak memaksa kita selalu benar karena yang namanya manusiawi pasti ada ajalah.
Dan untuk pergaulan sendiri juga sebenarnya perlu sesekali kita berkumpul dengan teman dalam artian berkumpul untuk hal positif seperti dengan teman kelas ataupun sahabat dan sebagianya untuk sekedar berkumpul menurut gue itu perlu karena munafik kalo gue bilang berkumpul itu ga penting karena gue sendiri juga gitu hihi, kita berkumpul walaupun juga nanti ngobrol gak jelas dan membahas tempat wisata mana yang akan kita kunjungi hingga menghadirkan sebuah wacana diantara kita huhhu (
Dan jika dilihat dari sisi positif, generasi milennial sangat membantu tingkat pengenalan masyarakat Indonesia terhadap teknologi. Karena tidak menutup kemungkinan minat, bakat atau passion seseorang didukung dan perlu adanya teknologi yang ada. Pelajar juga perlu gadget untuk membantu informasi mereka, para pengusaha juga memerlukan teknologi untuk kepentingan inovasi, relasi dan bisnis mereka. Penulis juga perlu laptop dan koneksi internet tentunya.
Pokoknya ada manfaat juga teknologi di kehidupan kita. Tergantung bagaimana kita menyikapi.
Oke guys, mungkin itu sedikit yang bisa gue share untuk kesempatan kali ini, Hope this blog give a information to all of you.
see you in the next blog, and thanks for reading. Bye..
PERHATIAN!
INI HANYA PENDAPAT YANG SAYA KELUARKAN TERBEBAS DARI SIAPA SAYA DAN SIAPA ANDA. TIDAK ADA UNSUR APAPUN.
Mantap
BalasHapus