DAVANA 5

Part 5 bukansih?

Hari ini liburan yang ditunggu Vana telah datang. iya, Vana akan menemui orang tuanya yang berada di Bali dan berlibur disana kurang lebih selama seminggu.

"Bang. Cepetan elah. kek perawan lu dandannya" kesal Vana karena Satria masih berada dikamarnya yang selama ini ditempati selama dirumah Vana.
"Sabar elah, pesawat juga dua jam lagi. rempong lo"
"Ye kan gue mau jemput mereka dua kacung"
"iye iye nih kita berangkat"

Renata dan Sthepany ikut mereka untuk berlibur ke Bali. ditemani dengan Satria.
 setelah mereka menjemput Renata dan Stephany mereka melanjutkan ke Bandara.

"lo tau ga Van, ternyata mereka Dava sama temen temennya juga liburan ke Bali" ucap Renata
"tau darimana lo?" kepo Vana
"Choki"
"lo ada main ya sama tu anak. kok tumben tahu gituan" tanya Vana
"ngomong yang jelas anjir. gituan apaan maksud lo?, iya gue cuma temen aja sama dia, orang dia juga tetangga gue jadi wajarlah gue tau" kilah renata
"iyain aja biar cepet"

***
Mereka terlihat santai di kamar Bos mereka, Dava yang empunya kamar sedang menyetrika baju, Sedangkan teman yang lain sedang leha leha tiduran di kasur yang punya kamar. sungguh laknat sekali mereka.

"jadi ke Bali nih?" Toba yang sedang tiduran di lantai kamar Dava
"jadilah. masa ga jadi" seru Doni.
"bener Dav?" tanya Coki memastikan. Dava serasa Bos ya? wkwk.
"ya kalo kalian iya. gue juga iya" kalem Dava yang sibuk menyetrika baju di pojok ruangan.
" btw nih ya, denger denger Vana sama temennya juga ke Bali, hari ini merek a berangkat kayaknya" ucap Choki.
"Wah wah mantap tuh. bisa liburan bareng mereka kita" ucap Doni bersemangat
"Dasar Babi" umpat Toba

***
Saat ini sudah memasuki semester baru untuk mereka. Seperti yang terlihat kini Dava dan teman temannya sedang menikmati bakso kantin Bu Tut, mereka sering menyebutnya seperti itu, katanya biar akrab.

Tak jauh dari mereka terdengar kasak kusuk keramaian yang diakibatkan oleh Vana dan teman temannya siapa lagi jika bukan Sthepany dan Renata. Mereka memang tidak pernah terpisahkan.

"Anjir ati ati dong lo. guna mata apa?" Sentak Mega, bisa dibilang salah satu musuh Vana dkk.

"Sorry, gak sengaja" ucap Vana malas, padahal dia tidak sengaja lagian sedang apa cewek ini  berdiri didepan meja saat Vana akan berbalik membawa semangkuk Mie Ayam. Dasar Aneh.

"Gue yakin. Lo sengaja, lo kan ga suka gue ada di sini" ucap Mega, mengeras.

Ewh.
"Terus kalo gue sengaja kenapa? Sadar diri lo kalo gue ga suka liat tampang lo" Greget Vana.

"udah balik aja yuk Van, ga penting disini, lagian udah ga nafsu makan" ucap Renata sengit.

"Tapi ni grandong satu minta di ketekin njir" elak Vana.

"udah si ngapain ngurusin ini, lagian lo ga sengaja ya udah yuk balik, gue mau tidur aja" ucap stephany.

"ya udah ah yuk balik. males juga lama lama disini" ucap Vana.

Mereka meninggalkan kantin dengan muka Mega yang Merah padam, karena bajunya ketumpahan mi ayam. Tapi tak apa kepergian Vana akan membuat cewek itu terlihat seperti tidak ada sopan santun karena tak bertanggung jawab. Apalagi di pojok kantin dapat dia lihat Dava sejak tadi memperhatikan mereka.
Tapi apalah daya itu sudah menjadi sifat yang melekat di Vana, ya mau bagaimana lagi kan.

***

Setelah kejadian di kantin tadi tidak sedikit yang memperhatikan gerak langkah Vana hal itu membuat dia merasa risih.

"Minta di olesin alteko kali tu mata" gumam Vana hampir tak terdengar.

bahkan Vana menyumpahi mereka dalam hati.

"Berpikir sebelum bertindak" tiba tiba seseorang di belakang nya berkata demikian suara bariton itu membuat dia tahu siapa yang berbicara, Vana tersenyum.

"Apaan? aku ga ngerti deh" ucap Vana setelah berbalik menghadap seseorang dibelakangnya tadi.

"Kantin" ucap pemuda itu.

"oh jadi kamu liat" kekeh kecil Vana sambil berkata demikian.

"Pemuda dihadapannya mengernyit heran namun tak lama kemudian biasa saja. Padahal dalam hati dia menanyakan kewarasan cewek didepan nya ini. Setelah melakukan kesalahan malah terlihat tak berdosa sama sekali.

" Menurut kamu, siapa tadi yang salah? " tanya Vana tiba tiba.

"Gak usah ditanya juga semua orang tau siapa yang salah" ucap Dava

"Mau aku kasih tau sesuatu gak Dav?" ucap Vana. Dava yang mendengar Vana memanggilnya Nama cowok itu, bukan seperti biasanya mencoba menampilkan wajah biasa saja.
akhirnya Dava hanya mengernyitkan dahi, seakan berkata 'Apa?' atas perkataan Vana.

melihat raut Dava, Vana melanjutkan kembali kata nya
"Kadang semua yang terlihat oleh mata kita belum tentu itu yang sebenarnya"

"ada yang pernah bilang kadang seseorang yang bertingkah gila, gak waras dan gak tahu malu itu karena suatu alasan, kamu bisa lihat orang haha hihi gak jelas, belum tentu itu yang dirasakan"

"ya udah keknya Renata sama Sthepany udah nungguin di mobil, aku pulang ya Mas haha bye. ati ati jangan ngebut sayang hihi😅"

Vana menghilang di balik tembok.

Dava?
dia mencoba untuk mengabaikan perkataan Vana.


 wow owow owow hahah
#staysafe #stayhealth #safeheart haha


yuhu guys haha ini pendek kek kemarin.
maaf.


wait for the next part insyaallah kalo mau dilanjut lagi. haha

part 4 nya guys: https://bulubabi1.blogspot.com/2020/02/davana-part-4.html?m=1



Komentar

  1. Balasan
    1. haha masih tetap di hati yang sama.. tapi entah yang dituju gimana keadaanya hiks.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer